Al-Hamdulillahi Rabbil 'Alamin, Washolatuhu Wasalamuhu 'Ala Sayyidina Muhammad.
Tanpa terasa, beberapa saat lagi kita umat islam akan memasuki Bulan Maghfiroh, Bulan Rahmat, bulan dimana Allah SWT. memberikan seluruh kemurahan-Nya. Bulan Ramadhan adalah yang penuh keberkahan dan keutamaan. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkannya sebaik-baiknya, dan meraih sebanyak-banyaknya kesempatan dalam berbuat kebajikan apapun bentuknya. Bila kita mau menelusuri dan menengok tradisi Rasulullah SAW. dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan, berikut ini beberapa perilaku Rasulullah SAW. :
Pertama, menyiapkan diri sejak sebelum Ramadhan tiba. Diriwayatkan oleh Salman, bahwa suatu hari di penghujung bulan Sya'ban, Rasulullah SAW. bersabda : "Wahai sekalian manusia telah datang kepadamu bulan yang agung, penuh keberkahan, di dalamnya terdapat sau malam yang lebih baik dari seribu bulan; diwajibkan padanya puasa; dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malamnya. Maka barangsiapa mengerjakan satu kebajikan di bulan ini, seolah-olah ia mengerjakan satu perintah kewajiban di bulan lain, dan barangsiapa mengerjakan ibadah yang wajib, seakan-akan ia mengerjakan tujuh puluh kali kewajiban tersebut di bulan yang lain."
Kedua, Rasulullah selalu bergegas memenuhi panggilan kebaikan, seperti shalat
berjama'ah, shalat sunnah, mengeluarkan sedekah, membaca al-Qur'an dan
sebagainya. Beliau bersabda : "Apabila datang malam pertama bulan
Ramadhan, dibelenggulah setan dan jin, ditutuplah pintu-pintu neraka,
dan dibukalah pintu-pintu surga, kemdian diserukan : "Wahai orang yang
mendambakan kebaikan, datanglah! Dan wahai orang yang tidak suka kebaikan, berhentilah!
Dan sesungguhnya dalam bulan Ramadhan ini setiap malamnya Allah SWT.
membebaskan orang-orang yang dikehendaki-Nya dari api neraka ( HR. Imam
At-Turmudzi )
Ketiga, Beliau
sangat pemurah dan sangat gemar bersedekah serta memberi makan orang yang
berpuasa. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary ra., bahwa Rasulullah saw. adalah
orang yang paling pemurah, lebih-lebih pada bulan Ramadhan. Dilukiskan bahwa
beliau bagaikan hembusan angin yang lembut, membawa banyak karunia, menabur
kegembiraan di hati orang mukmin. Diriwayatkan pula bahwa beliau sangat
penderma, bahkan tidak pernah menolak permintaan apapun yang diajukan ke
beliau.
Keempat, Banyak
berdo'a, terutama ketika hendak berbuka puasa. Beliau bersabda:
"Saat-saat berbuka adalah saat yang paling tepat dan mujarab bagi orang
yang berpuasa untuk berdoa." Dan doa yang selalu diucapkan ketika berdoa
adalah "Ya Allah, hanya karenamu aku berpuasa, dan dengan rizkimu aku
berbuka, telah hilang haus dan dahaka, maka tetap hauslah pahala bagiku, ya
Allah!!".
Kelima, Selalu
tadarus (membaca al-Qur'an). Setiap malam bulan Ramadhan Malaikat Jibril as.
selalu datang menemui Rasulullah saw., dan bersama-sama membaca al-Qur'an, silih
berganti. Hikmah tadarus Rasulullah di antaranya adalah untuk mengajarkan
umatnya agar rajin membaca al-Qur'an atau tadarus, terutama di bulan suci
Ramadhan itu, di setiap waktu, apalagi di malam hari, dan ketika mengerjakan
salat malam (tahajjud).
Keenam, Meningkatkan
gairah ibadahnya terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal mana
dilaksanakan untuk meraih terutama lailatul qadar. Abu Hurairah meriwayatkan
bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang beribadah pada malam
lailatul qadar dengan penih keimanan dan harapan, Allah akan mengampuni
dosa-dosanya yang telah ia lakukan." Seperti kita ketahui, bahwa ibadah
pada malam ini sama nilainya dengan kita beribadah seribu bulan lamanya. Dan
doa yang paling afdhol (paling utama) diucapkan pada malam itu adalah: "Ya
Allah, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun dan Pemurah serta sangat suka
memaafkan. Maka ampunilah kesalahan-kesalahan kami, ya Allah. (Allaahumma
innaka 'afuwwun kariim, tuhibbu al-'afwa fa'fu 'annaa yaa kariim).
Diriwayatkan: barang siapa yang shalat Maghrib dan Isya' berjama'ah pada malam
Lailatul Qadar itu, maka ia telah mendapatkan sebagian besar keutamaan malam
Lailatul Qadar itu. Riwayat yang lain mengatakan, "Siapa yang salat Isya'
berjama'ah pada malam Lailatul Qadar itu, seakan-akan ia telah menghidupkan
separoh malam tersebut, dan bila ia menunaikan salat Subuhnya, maka ia telah
menyempurnakan seluruh malam Lailatur Qadar tersebut.
Itulah
beberapa jejak Rasulullah saw. pada bulan Ramadhan, yang pada dasarnya beliau
mengajarkan umatnya agar bersungguh-sungguh meraih kebaikan-kebaikan yang ada
padanya, dengan berbuat keta'atan, kebaikan, ibadah, terutama ibadah-ibadah
sosial, seperti menolong orang lain, meringankan beban hidup orang lain,
menyantuni anak yatim dan orang-orang yang papa atau memberi makan orang yang
akan berbuka puasa. Di samping itu beliau juga mengajarkan umatnya agar
menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan munkar, makruh, dan mubah, apalagi
yang haram. Bahkan beliau memperingatkan dengan sabdanya: "Barang siapa
yang tidak meninggalkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan keji atau
kotor (seperti berdusta, membicarakan orang lain atau mengadu domba), maka
tidak ada artinya puasanya itu, kecuali ia hanya merasakan lapar dan dahaga
saja."
Demikianlah, semoga Allah swt. menerima dan melipatgandakan amal ibadah kita,
dan semoga Allah swt. memberikan kekuatan di dalam menjalankannya. Shalawat
serta salam kepada Nabi kita Muhammad saw. Walhamdulillahirabbil'aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar